Peserta berpose usai acara
CIANJUR | ININEWSROOM.COM— Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Cianjur melaksanakan kegiatan Informasi dan Edukasi P4GN melalui pagelaran seni, sekaligus menggelar Grand Launching karakter Beni dan Binar sebagai Sahabat Anti Narkoba. Kegiatan berlangsung di SDN Ibu Jenab 2 dan disiarkan secara langsung melalui live streaming.Selasa (15/09/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Istri Bupati Cianjur sekaligus Ketua PKK Kabupaten Cianjur Hj. Najmah Nur Islami, Kepala BNN Kabupaten Cianjur M. Affan Eko B., S.SIP., M.Si., jajaran BNN Kabupaten Cianjur, unsur Dinas Pendidikan, para guru, serta para siswa.
Mengangkat tema “Indonesia Sehat, Cerdas dan Bersinar”, kegiatan ini menghadirkan beragam kekayaan budaya lokal berupa kesenian Mamaos, Maenpo, Angklung Buhun, serta dongeng edukatif yang dikemas secara menarik.
Kepala BNN Kabupaten Cianjur, M. Affan Eko B menjelaskan bahwa peluncuran karakter Beni dan Binar merupakan strategi edukasi yang lebih inovatif agar pesan bahaya narkoba lebih mudah diterima anak-anak.
“Agenda kegiatan hari ini adalah grand launching karakter Beni dan Binar. Karakter ini kami harapkan menjadi ikon sekaligus pahlawan bagi anak-anak kita. Pendekatan edukasi bahaya narkoba harus dilakukan dengan cara yang inovatif. Jika kita menyampaikannya secara konvensional, anak-anak cenderung kurang tertarik. Melalui karakter Beni dan Binar, kami harap anak-anak menjadi lebih tertarik dan memahami bahaya penyalahgunaan narkoba sejak dini,” ujarnya.
Untuk tahap awal, karakter ini difokuskan bagi anak-anak usia Sekolah Dasar, dan ke depannya konten akan disesuaikan untuk kelompok usia yang lebih dewasa. Melalui program BNN Goes to School, petugas akan mendatangi sekolah-sekolah mengenakan kostum Beni dan Binar, dimulai dari SDN Ibu Jenab 2 lalu berlanjut ke sekolah lain se-Kabupaten Cianjur. Sekolah dapat mengajukan permohonan edukasi, dan jadwal akan disesuaikan.
Affan juga menyampaikan bahwa secara umum Kabupaten Cianjur masih relatif aman dari penyalahgunaan narkoba di kalangan anak usia SD. Namun, edukasi pencegahan tetap harus dimulai sejak dini, mengingat tren penyalahgunaan narkoba lebih banyak terjadi pada usia produktif, yaitu SMP hingga perguruan tinggi.
Sementara itu, istri Bupati Cianjur Hj. Najmah Nur Islami mengingatkan orang tua dan keluarga tentang modus narkoba yang kerap disamarkan.
“Narkoba sering kali dikemas mirip permen sehingga menarik bagi anak-anak. Edukasi ini harus dimulai dari keluarga di rumah. Ajarkan anak-anak, jika ada orang tidak dikenal memberikan barang apapun,terutama makanan angan diterima,” tegasnya.
Sebagai Ketua PKK Kabupaten Cianjur, Hj. Najmah menambahkan bahwa pihaknya akan memperkuat edukasi pencegahan dari lingkungan keluarga.
“Kami dari PKK akan membekali kader-kader agar dapat menyampaikan pesan bahaya narkoba kepada masyarakat luas di lingkungannya masing-masing. Peran keluarga adalah kunci utama,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergitas antara BNN Kabupaten Cianjur, Pemerintah Daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat luas dalam membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan bebas dari bahaya narkoba.(Wiz)***
