Daging hasil penyembelihan kambing, santunan, dan bingkisan dibagikan kepada anak yatim piatu di Pondok Pesantren Al-Barkah (ist)
CIANJUR | ININEWSROOM.COM — Personel Yonif 300/Brajawijaya bersama Persit Chandra Kirana Cabang XLII menyalurkan daging hasil penyembelihan kambing, santunan, dan bingkisan kepada anak yatim piatu di Pondok Pesantren Al-Barkah, Kampung Cibogo, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin Kapten Inf. Agus Hermawan dan didampingi Ketua Persit Chandra Kirana Cabang XLII Yonif 300/Brajawijaya, Ny. Anita Joko Nugroho, bersama sejumlah ibu-ibu Persit.
Rombongan disambut Pimpinan Pondok Pesantren Al-Barkah, K.H. Raden Muhammad Asep Saprudin, S.Pd.I., M.M., M.H., beserta para pengurus dan warga sekitar.
Kapten Inf. Agus Hermawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi.
“Semoga apa yang kami bagikan hari ini dapat membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi kita semua,” ujarnya.
Ia juga meminta doa untuk seluruh prajurit TNI Angkatan Darat, khususnya personel Yonif 300/Brajawijaya beserta keluarga, serta prajurit yang tengah melaksanakan tugas di Papua agar selalu diberikan perlindungan dan dapat kembali dengan selamat.

Ketua Koordinator Kegiatan, Serka Rustam, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan penyembelihan kambing hingga pembagian santunan berjalan lancar.
“Semoga apa yang kami berikan hari ini dapat bermanfaat dan membawa sedikit kebahagiaan bagi mereka,” katanya.
Sementara itu, K.H. Raden Muhammad Asep Saprudin mengapresiasi kepedulian Yonif 300/Brajawijaya terhadap anak-anak yatim piatu dan lingkungan Pondok Pesantren Al-Barkah.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Yonif 300/Brajawijaya. Semoga keberkahan selalu menyertai seluruh langkah Bapak-Ibu sekalian,” ujarnya.
Kegiatan silaturahmi dan berbagi tersebut berlangsung tertib serta diwarnai suasana keakraban antara personel Yonif 300/Brajawijaya, Persit, pengurus pesantren, dan warga sekitar. (Wiz)
