CIANJUR | INICIANJUR.COM — Ada CCTV, ada laporan, ada keresahan. Tapi maling masih saja berani beraksi, lalu warga harus merasa aman dengan apa.
Pertanyaan itu menjadi tamparan keras atas kondisi keamanan di Kampung Ciguntur, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Terbaru, rumah Andi Kurniawan (38) di RT 01/RW 15 disatroni pencuri pada Senin (31/8/2026) dini hari. Satu unit TV LCD Polytron 32 inci raib.
Ironisnya, aksi tersebut kembali terjadi ketika warga sedang terlelap. Tidak ada pintu rusak ataupun bekas congkel. Andi baru mengetahui televisinya hilang saat bangun hendak salat Subuh, sekitar pukul 04.00 WIB.
“Hampir 20 tahun tinggal di sini tidak pernah ada pencuri masuk. Tapi sekarang TV hilang. Yang saya takutkan rumah warga lain kembali disatroni,” ujar Andi.
Keresahan bukan tanpa alasan. Eti (49) mengaku rumah anaknya di wilayah yang sama juga pernah dibobol beberapa bulan lalu. Televisi dan uang disebut raib, sementara hingga kini belum ada kejelasan mengenai pelakunya.
Eti memang menyampaikan dugaan bahwa pelaku mungkin mengetahui kondisi lingkungan. Namun dugaan tersebut belum terbukti dan tidak bisa dijadikan dasar untuk menuduh pihak tertentu.
Sementara itu, Ketua RT 01/RW 15 Muhamad Hambali mengatakan CCTV telah dipasang di sejumlah titik rawan. Namun setelah diperiksa, belum ditemukan rekaman yang menunjukkan aktivitas mencurigakan terkait pencurian tersebut.
Pihak RT bahkan berencana menambah CCTV di jalan pintas dekat tembok Hotel Pratita yang minim penerangan dan tertutup rumpun bambu.
Hambali juga memastikan setiap kejadian telah dikoordinasikan dengan Ketua RW 15, pemerintah desa, Kecamatan Pacet serta pihak terkait.
Namun warga tentu berharap persoalan ini tidak berhenti pada laporan, koordinasi, dan penambahan CCTV.
Sebab, ketika kasus pencurian kembali terjadi, pertanyaan paling sederhana justru semakin keras menggema:
Kalau kamera sudah dipasang, titik rawan sudah diketahui, dan laporan sudah disampaikan, mengapa maling masih bisa merasa leluasa masuk ke rumah warga?
Warga tidak sedang meminta pengamanan yang sempurna. Mereka hanya ingin malam hari kembali menjadi waktu untuk tidur, bukan waktu untuk khawatir rumahnya disatroni.
Kini masyarakat menunggu kerja nyata aparat untuk mengungkap kasus tersebut. Bukan sekadar siapa malingnya, tetapi bagaimana rasa aman warga Ciguntur bisa benar-benar dikembalikan.***(Tb)
