CIANJUR|ININEWSROOM.COM – Warga Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, digegerkan dengan dugaan kasus kekerasan seksual terhadap seorang anak perempuan berusia 7 tahun. Terduga pelaku merupakan pria lanjut usia berinisial K (80), yang diketahui sebagai tetangga korban.
Kasus ini mencuat ke publik setelah video pengakuan korban beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban menceritakan dugaan tindakan kekerasan yang dialaminya, termasuk kekerasan fisik yang menyebabkan luka serius pada tubuhnya.
Ibu korban, I (35), mengungkapkan kondisi putrinya yang mengalami perubahan drastis, baik secara fisik maupun psikis. Selain trauma mendalam, korban juga mengeluhkan rasa sakit hebat di bagian tubuh sensitifnya.
Meski ingin menempuh jalur hukum, pihak keluarga sempat diliputi keraguan akibat tekanan sosial.
“Saya ingin kasus ini diproses hukum, tapi sempat merasa ini aib yang berat untuk diceritakan,” ujarnya kepada awak media.
Di sisi lain, Camat Cikalongkulon, Iyus, mengaku belum mengetahui adanya peristiwa tersebut sebelum dikonfirmasi media.
“Saya baru tahu setelah dihubungi wartawan, sekitar pukul 19.30 WIB,” katanya, Selasa (21/4/2026).
Pernyataan ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat, mengingat kasus tersebut telah viral dan menyita perhatian publik.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak kecamatan terkait langkah konkret yang akan diambil.
Jajaran Polsek Cikalongkulon bergerak cepat merespons kasus tersebut. Kanit Reskrim, Sugeng, menyatakan pihaknya telah melakukan pemantauan dan memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
“Kami mendorong dan mendampingi keluarga untuk segera membuat laporan resmi ke Unit PPA Polres Cianjur. Ini bagian dari komitmen kami dalam penegakan hukum,” tegasnya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Susilawati, turut angkat bicara. Ia menegaskan bahwa kasus kekerasan terhadap anak merupakan persoalan serius yang harus ditangani tanpa kompromi.
“Jika unsur pidana terpenuhi, maka harus segera diproses secara hukum tanpa penundaan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya edukasi dari orang tua untuk mencegah kasus serupa.
“Anak-anak perlu dibekali keberanian untuk bersuara dan memahami cara melindungi diri sejak dini,” tambahnya.
