Aksi Heroik Bripka Saripudin, Pelukan Hangat Di Sore Hari Untuk Korban Kecelakaan

Aksi Heroik Bripka Saripudin, Pelukan Hangat Di Sore Hari Untuk Korban Kecelakaan

ININEWSROOM.COM – Di tengah hiruk pikuk lalu lintas sore dan detik-detik menjelang azan magrib, sebuah momen sederhana menyentuh hati banyak orang. Video berdurasi 20 detik yang merekam aksi kemanusiaan anggota Polres Cianjur mendadak menyebar luas di media sosial.

Sosok dalam video itu ialah Bripka Saripudin, anggota Sat Sabhara yang saat itu menjalankan patroli di Jalan Prof Mohamad Yamin, Kamis sekitar pukul 16.30 WIB. Sore itu, ia tidak sekadar melintas.

Di tepi jalan yang masih ramai kendaraan, ia melihat seorang pria berjaket hitam tergeletak dan merintih kesakitan. Wajah korban tampak terluka, kakinya sulit digerakkan.

Tanpa ragu, Bripka Saripudin menghentikan langkahnya dan bergegas mendekat. Ia berjongkok di sisi korban, berbicara pelan, lalu memeriksa bagian kaki dengan hati-hati.

Di tengah keramaian, pemandangan itu terasa kontras, seorang polisi berseragam lengkap memusatkan perhatian pada satu warga yang tengah kesakitan.

Saat korban terus meringis menahan nyeri, Bripka Saripudin mengambil keputusan cepat. Ia tidak menunggu ambulans. Dengan kedua tangannya, ia mengangkat dan memangku korban menuju kendaraan dinas untuk segera meluncur ke RS Bhayangkara Cianjur.

Baca Juga

Di dalam kendaraan, ia terus mengajak korban berbicara. Ia menanyakan nama dan asal untuk memastikan keluarga segera mengetahui kondisi tersebut. Dari percakapan singkat itu, ia mengetahui korban berasal dari Kampung Baros, Kecamatan Mande. Sedangkan seorang perempuan yang merupakan saudara korban dan berada di lokasi hanya mengalami luka ringan.

Warga yang menyaksikan kejadian itu spontan mengabadikan momen tersebut. Tak butuh waktu lama, video singkat itu menyebar dan menuai ribuan respons. Doa dan apresiasi mengalir deras di kolom komentar.
Banyak warganet mengaku terharu melihat kepedulian yang muncul di saat yang tak terduga.

Aksi Bripka Saripudin mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun bagi korban dan keluarganya, bantuan itu tentu terasa jauh lebih berarti. Di tengah tugas menjaga keamanan, ia menunjukkan bahwa empati tetap menjadi bagian dari seragam yang ia kenakan.

Momen itu menjadi pengingat bahwa di balik kewenangan dan tanggung jawab besar, ada hati yang memilih berhenti, menolong, dan memastikan sesama tidak merasa sendirian di saat paling sulit. ***

Editor : Dehen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *