CIANJUR|ININEWSROOM.COM – Stadion Badak Putih mendadak pecah. Saat semua orang mulai yakin laga final akan berakhir lewat adu penalti, Muhammad Wildan justru muncul bak “malaikat pencetak gol”. Sontekan mautnya di penghujung laga membuat SSB Pespa harus menelan pil pahit, sementara SSB Atep Sevent berpesta sebagai juara Festival Komjur Road to Nasional kategori U-10, Sabtu (27/6/2026).
Sejak kick-off, duel dua tim muda ini berlangsung panas. Jual beli serangan tak terhindarkan, namun rapatnya pertahanan Pespa membuat para pemain Atep Sevent frustrasi. Babak pertama pun ditutup dengan skor kacamata.
Masuk babak kedua, pelatih Atep Sevent, Tibob, rupanya punya “jurus rahasia”. Ia memerintahkan anak asuhnya menggempur pertahanan lawan dari segala arah. Bahkan gelandang bertahan ikut “naik gunung” membantu serangan.
Baca juga: Dugaan Perundungan Siswi Mencuat, Orang Tua Lapor ke Polres Cianjur
Strategi itu nyaris sia-sia hingga pertandingan memasuki menit-menit terakhir. Namun saat harapan mulai menipis, Wildan alias “Gemoy” datang membawa petaka bagi Pespa. Satu sontekan tajam langsung merobek gawang lawan dan membuat Stadion Badak Putih berguncang oleh sorak kemenangan.
Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Atep Sevent resmi naik takhta, sementara Pespa harus puas menjadi runner-up.
Pelatih Tibob mengungkapkan, perubahan mental menjadi kunci kemenangan timnya.
“Di delapan besar dan semifinal anak-anak kurang lepas karena tekanan. Tapi di final mereka menjalankan instruksi dengan baik. Gol akhirnya datang dan kami menjadi juara,” katanya.
Meski sukses mengangkat trofi, Tibob menegaskan perjuangan belum selesai. Target berikutnya adalah tampil maksimal di putaran nasional di Karawang.
Baca juga: Polres Cianjur Sita 648 Gram Sabu, Kami Kejar Sampai Ujung Jaringan
“Di sana lawannya pasti lebih berat. Kami akan benahi kekurangan, memperkuat mental, dan meningkatkan kualitas permainan anak-anak agar bisa bersaing,” ujarnya.
Sementara itu, orang tua pemain, Ayi Uus Supriatna, mengaku kemenangan ini terasa spesial karena menjadi ajang balas dendam manis atas kekalahan 0-3 dari Pespa pada turnamen sebelumnya.
“Saya bilang ke anak-anak, jangan pernah takut sama siapa pun. Bermain berani dan percaya diri. Alhamdulillah, mereka membuktikannya dengan menjadi juara,” tuturnya.
Tak hanya membawa pulang trofi juara, Atep Sevent juga menyabet penghargaan individu. Rio Januar dinobatkan sebagai Kiper Terbaik, melengkapi pesta kemenangan tim asal Cianjur tersebut.
Kini, satu pesan telah dikirim dari Stadion Badak Putih ke Karawang: Atep Sevent datang bukan sekadar jalan-jalan, tetapi membawa ambisi untuk kembali membuat lawan-lawan berguguran.***
Penulis: Tubagus Rahmat
Editor: Deni Hendra
