CIANJUR | ININEWSROOM.COM – Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Cianjur mulai menunjukkan manuver politik terbuka menuju Pemilu 2029. Lewat Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar di Gedung Serbaguna Rindu Alam, Ciherang, Pacet, Sabtu (4/7/2026), PAN bukan hanya memanaskan mesin partai, tetapi sekaligus memamerkan kekuatan organisasinya melalui pelantikan pengurus dan pengukuhan 6.800 relawan.
Langkah ini menandai bahwa PAN Cianjur tak ingin sekadar menjadi penonton dalam kontestasi politik mendatang. Dengan menggerakkan struktur hingga akar rumput dan membangun barisan relawan dalam jumlah besar, PAN mulai menegaskan ambisinya untuk merebut pengaruh lebih besar pada Pemilu Legislatif, Pilpres, hingga Pilkada 2029.
Rakerda tersebut dihadiri langsung Wakil Ketua Umum DPP PAN Eddy Soeparno, Ketua DPD PAN Kabupaten Cianjur Hendi Mulyana, Wakil Bupati Cianjur Ramzi, jajaran pengurus partai, ratusan kader dari berbagai kecamatan dan desa, serta tamu undangan lainnya.
PLTP Cipanas Melaju, Tapi Kekhawatiran Warga Tak Ikut Reda
Tak sekadar agenda seremonial, forum ini menjadi panggung konsolidasi politik PAN Cianjur. Selain menyusun arah kebijakan organisasi dan mengevaluasi program kerja, Rakerda juga dipakai untuk mempertegas kesiapan partai dalam membangun struktur politik yang lebih rapat, lebih disiplin, dan lebih agresif menjangkau basis masyarakat.
Wakil Ketua Umum DPP PAN Eddy Soeparno menegaskan, pembentukan 6.800 relawan bukan hanya soal menambah tenaga pemenangan, tetapi menjadi instrumen politik dan sosial partai untuk masuk lebih dalam ke tengah masyarakat.
“Dengan keberadaan ribuan relawan PAN di Kabupaten Cianjur, insyaallah kami memiliki mata, telinga, tangan, dan kaki di tengah masyarakat. Kami ingin mendengar langsung persoalan rakyat, lalu menjawabnya dengan kerja nyata,” ujar Eddy.
Dugaan Perundungan Siswi Mencuat, Orang Tua Lapor ke Polres Cianjur
Eddy juga mengingatkan bahwa kemenangan pada Pemilu Legislatif, Pilpres, maupun Pilkada 2029 tidak bisa diraih secara instan hanya menjelang hari pencoblosan. Menurutnya, kerja politik harus dibangun sejak sekarang, melalui kehadiran kader yang konsisten di tengah masyarakat dengan membawa semangat PAN Bantu Rakyat.
Di tengah agenda konsolidasi itu, PAN Cianjur juga tak menghindar dari isu sensitif yang belakangan menyeret salah satu kadernya di DPRD Kabupaten Cianjur terkait dugaan pelanggaran kegiatan reses. Alih-alih mengelak, Ketua DPD PAN Cianjur Hendi Mulyana justru menjadikan forum tersebut sebagai ruang untuk menegaskan posisi partai.
Hendi menyatakan, persoalan itu telah melalui proses verifikasi dan penelitian, serta telah diputuskan melalui laporan resmi Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Cianjur dalam mekanisme paripurna. Hasilnya, dugaan pelanggaran yang ramai dipersoalkan dinyatakan tidak terbukti.
“Dokumentasi yang beredar bukan kegiatan reses, melainkan rangkaian persiapan sebelum reses. Dari hasil pemeriksaan juga tidak ditemukan pelanggaran sebagaimana yang ramai dituduhkan,” kata Hendi.
Hangat dan Penuh Makna, Momen Kenaikan Pangkat Pengabdian di Polres Cianjur
Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa PAN memilih menutup rapat ruang spekulasi atas isu yang sempat memantik polemik publik. Di saat partai lain sibuk membaca peta politik, PAN Cianjur justru berusaha mengakhiri gangguan internal lebih cepat agar fokus menghadapi pertarungan 2029 tidak buyar di tengah jalan.
Meski demikian, Hendi menegaskan PAN tidak akan memberi perlindungan kepada kader yang benar-benar terbukti melanggar aturan organisasi maupun kode etik partai. Ia memastikan sikap partai tetap tegas terhadap siapapun yang melanggar.
“Siapapun kader PAN, baik anggota legislatif maupun pengurus partai, apabila terbukti melanggar berdasarkan mekanisme yang berlaku, akan dikenakan sanksi organisasi sesuai AD/ART partai,” tegasnya.
Lewat Rakerda ini, PAN Cianjur tampak ingin mengirim pesan politik yang jelas: mesin partai mulai dipanaskan, barisan relawan sudah disiapkan, struktur organisasi diperketat, dan isu-isu yang dianggap mengganggu konsolidasi sedang disapu dari meja partai. Dengan kata lain, PAN tak ingin masuk 2029 dengan langkah setengah-setengah.***
Penulis: Tubagus Rahmat
Editor: Deni Hendra
