ININEWSROOM.COM— Perempuan tani didorong menjadi garda terdepan dalam memperkuat ketahanan pangan, mulai dari tingkat keluarga hingga daerah.
Peran tersebut kembali ditegaskan melalui pelantikan Pengurus DPC Wanita Tani Indonesia Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Cianjur periode 2026–2031, Minggu (4/10/2026).
Yulia Maulani, S.P., M.Si., dipercaya memimpin kepengurusan baru dengan membawa misi memperkuat peran perempuan dalam pembangunan pertanian di Kabupaten Cianjur.
Pelantikan tersebut dihadiri jajaran HKTI, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, akademisi, penggiat UMKM, serta kelompok wanita tani. DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS., M.Sc., Anggota DPR RI Komisi IV, ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pembina.
Sementara Bupati Cianjur Dr. dr. M. Wahyu Ferdian dipercaya sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina.
Yulia menegaskan, kepengurusan baru tidak boleh berhenti pada struktur organisasi. Setiap pengurus dituntut aktif bergerak dan menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat.
“Setiap pengurus harus bergerak aktif, berkolaborasi, dan menghadirkan program yang manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anggota dan masyarakat luas. Kami akan membangun sinergitas yang kuat dari hulu hingga hilir,” kata Yulia.
Menurutnya, kolaborasi akan diperkuat bersama akademisi, penyuluh, kelompok tani, wanita tani, hingga pelaku UMKM untuk mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi pertanian.
Bupati Cianjur Dr. dr. M. Wahyu Ferdian menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan Wanita Tani Indonesia. Menurutnya, sektor pertanian bukan hanya menjadi ruang bagi laki-laki, tetapi juga telah lama melibatkan perempuan dalam menopang kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
“Pertanian tidak selalu didominasi oleh pria. Wanita sejak lama telah berkontribusi besar bagi kesejahteraan keluarga dan masyarakat, termasuk di sektor pertanian. Kehadiran Wanita Tani Indonesia ini sangat luar biasa,” ujarnya.
Ketua Dewan Pembina, Endang Setyawati Thohari, menilai perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan keluarga, termasuk melalui sektor pertanian.
“Wanita adalah tiang keluarga yang menjaga gizi, pendidikan, dan kesejahteraan rumah tangga. Wanita pintar mengelola rumah tangga, maka manajemen pertanian pun pasti bisa dikuasai,” katanya.
Ia menegaskan, keberadaan organisasi tersebut diarahkan untuk mendorong perempuan agar mampu mandiri melalui sektor pertanian.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, Wanita Tani Indonesia HKTI Cianjur diharapkan mampu memperluas peran perempuan dalam produksi pangan, pengelolaan hasil pertanian, hingga penguatan ekonomi keluarga.
Perempuan tani pun tidak sekadar menjadi pendukung, tetapi menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga ketahanan pangan keluarga dan daerah.(Wiz) ***
