Cianjur – Video viral yang menuding menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Cisarandi 1 tidak layak konsumsi kini dipertanyakan. Pihak SPPG Cisarandi 2 secara tegas membongkar sejumlah kejanggalan dalam video tersebut, terutama terkait perbedaan menu yang dinilai tidak sesuai fakta.
Asisten Lapangan Dapur SPPG Cisarandi 2, Dedi Supriadi, menegaskan bahwa menu yang didistribusikan pada Selasa (7/4/2026) adalah ayam, bukan telur seperti yang tampak dalam video viral.
“Dari awal sudah terlihat janggal. Menu hari itu ayam, tidak ada telur. Itu yang membuat kami mempertanyakan video tersebut,” tegas Dedi.
Ia menjelaskan, sistem produksi di dapur SPPG berjalan terukur dan seragam. Setiap porsi yang disiapkan dipastikan sama, mulai dari proses memasak hingga distribusi.
“Kami siapkan dalam jumlah besar dan seragam. Tidak mungkin ada menu berbeda dalam satu hari distribusi,” ujarnya.
Dedi juga mengungkapkan bahwa hasil pengecekan di lapangan tidak menemukan temuan seperti yang ramai diperbincangkan.
“Yang ditemukan hanya satu dan itu kami amankan sebagai bukti. Tidak seperti yang digambarkan seolah-olah banyak,” katanya.
Meski demikian, pihaknya masih melakukan investigasi internal dan eksternal untuk memastikan asal muasal kejadian tersebut. Ia menegaskan belum bisa menyimpulkan adanya kelalaian dari pihak dapur.
“Kami masih kumpulkan semua data. Belum bisa menyimpulkan kesalahan dari mana,” ucapnya.
Lebih jauh, Dedi menyayangkan langkah pihak sekolah yang dinilai terburu-buru menyebarkan video ke publik tanpa koordinasi.
“Seharusnya dikomunikasikan dulu. Saat itu kami masih berkomunikasi, tapi selang beberapa menit video sudah diunggah dan setelah itu tidak ada respons lagi,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kepala SDN Cisarandi 1, M. Saepudin, membenarkan adanya distribusi MBG pada hari tersebut untuk 290 siswa dengan menu ayam. Ia menyebut viralnya video bukanlah tujuan pihak sekolah.
“Sebenarnya itu spontan, bukan maksud untuk memviralkan,” ujarnya.
Namun, Saepudin juga menyoroti lemahnya komunikasi dari pihak SPPG selama ini. Ia mengaku belum pernah menerima kunjungan langsung dari SPPG Cisarandi 2 sejak menjabat.
Kasus ini kini memunculkan dua klaim yang saling berseberangan, dugaan makanan tidak layak dalam video viral, dan bantahan keras dari pihak penyedia yang menyebut adanya ketidaksesuaian fakta. Hingga kini, investigasi masih berjalan untuk mengungkap kebenaran di balik polemik tersebut.
