Salah seorang korban, Ukasah (65), hanya bisa pasrah saat mengetahui belasan ayam dan bebek peliharaannya hilang dalam semalam.(Foto:Istimewa/Ininewsroom.com)
CIANJUR | ININEWSROOM.COM – Suasana tenang Kampung Nanggewer, Desa Sukamulya, Kecamatan Karangtengah, mendadak berubah menjadi kegelisahan. Dalam satu malam, puluhan ayam dan bebek milik warga lenyap tanpa jejak. Saat fajar menyingsing, kandang-kandang yang biasanya dipenuhi suara kokok ayam dan riuh bebek mendadak sunyi.
Peristiwa yang terjadi Minggu (7/6) malam itu membuat warga geram sekaligus ketakutan. Pasalnya, aksi pencurian bukan hanya menimpa satu atau dua pemilik ternak, tetapi menyasar banyak kandang dalam waktu hampir bersamaan. Warga pun menduga pelaku merupakan komplotan yang telah mengincar kampung tersebut sejak lama.
Yang membuat warga semakin yakin, aksi pelaku sempat terekam kamera CCTV. Dalam rekaman itu terlihat sosok yang diduga pelaku bergerak di sekitar lokasi saat sebagian besar warga tengah tertidur lelap.
Salah seorang korban, Ukasah (65), hanya bisa pasrah saat mengetahui belasan ayam dan bebek peliharaannya hilang dalam semalam. Baginya, unggas tersebut bukan sekadar ternak, melainkan aset keluarga yang selama ini menjadi pegangan saat kebutuhan mendesak datang.
Baca Juga: Cegah Maling Motor dan Congkel Rumah, RW 15 Ciguntur Pasang 10 CCTV di Titik Rawan
“Kalau butuh biaya pupuk, kebutuhan rumah tangga, atau ada keperluan mendadak, biasanya ayam dan bebek dijual. Sekarang semuanya hilang,” ujarnya dengan nada kecewa.
Kerugian yang dialaminya ditaksir mencapai Rp3 juta. Namun menurutnya, yang lebih menyakitkan adalah kenyataan bahwa pencurian serupa sudah berulang kali terjadi tanpa ada pelaku yang berhasil ditangkap.
“Ini bukan pertama kali. Sebelumnya juga pernah kehilangan. Sekarang hampir satu kampung jadi korban. Warga benar-benar resah,” katanya.
Bagi masyarakat pedesaan, kehilangan puluhan unggas bukan perkara sepele. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah, ayam dan bebek menjadi tabungan hidup yang dipelihara bertahun-tahun. Karena itu, ketika kandang kosong dalam semalam, yang hilang bukan hanya ternak, tetapi juga harapan dan rasa aman warga.
Kekhawatiran kini menyelimuti Kampung Nanggewer. Banyak warga mengaku sulit tidur karena takut menjadi korban berikutnya. Sejumlah warga bahkan mulai meningkatkan penjagaan malam secara mandiri sambil menunggu hasil penyelidikan aparat.
Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Ahmad Alexander Yurikho Hadi memastikan laporan masyarakat telah ditindaklanjuti dan proses penyelidikan masih berlangsung.
“Insyaallah proses penyelidikan telah berjalan. Mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar Satreskrim Polres Cianjur dapat mengungkap tindak pidana yang dilaporkan,” ujarnya.
Warga berharap rekaman CCTV dapat menjadi pintu masuk untuk mengungkap pelaku. Mereka juga meminta aparat meningkatkan patroli keamanan agar teror pencurian yang menghantui kampung tersebut segera berakhir.
Kini, setiap malam yang datang bukan lagi sekadar pergantian waktu bagi warga Nanggewer. Bagi sebagian warga, malam telah berubah menjadi saat yang paling mengkhawatirkan ketika tabungan yang mereka pelihara bertahun-tahun bisa hilang hanya dalam hitungan jam.***
