Kepala Sekolah SDN Ibu Dewi 1 bersama Jejaran SPPG Sawah Gede 1 (ist)
ININEWSROOM.COM — Polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di SD Negeri Ibu Dewi 1, Kabupaten Cianjur. Daftar menu MBG yang masih muncul di situs resmi Badan Gizi Nasional (BGN) setelah kerja sama dihentikan memicu kecurigaan sejumlah orang tua murid.
Persoalan tersebut akhirnya diklarifikasi melalui pertemuan antara pihak sekolah dan penyelenggara MBG di SD Negeri Ibu Dewi 1, Kamis (8/10/2026).
Pertemuan dipimpin Kepala SPPG Sawah Gede 1, Galang Aji Surya, S.M., didampingi PIC Program MBG Yugas Tasya Tiara dan Koordinator Lapangan Yuda Adi Permana. Sejumlah guru serta Babinsa setempat turut hadir.
Kepala SD Negeri Ibu Dewi 1, Deni Herdiansyah, S.Pd., mengatakan penghentian kerja sama dilakukan karena sekolah memilih fokus pada penguatan program PKBM.
Namun, muncul persoalan setelah orang tua murid menemukan daftar menu MBG sekolah masih tercantum di situs BGN. Kondisi itu kemudian memunculkan berbagai asumsi, termasuk dugaan program masih berjalan dan dana tetap dicairkan.
“Berbagai asumsi bermunculan di kalangan orang tua. Ada yang menduga dana masih dicairkan hingga tuduhan tidak benar adanya. Kami sempat berencana melaporkan hal ini ke Polsek setempat, namun akhirnya kami urungkan setelah mendapatkan penjelasan dan melihat data secara langsung,” kata Deni.
Menurutnya, persoalan tersebut lebih mengarah pada kendala sistem. Ia berharap penyelenggara MBG dapat memberikan sosialisasi langsung kepada orang tua murid agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Sementara itu, Kepala SPPG Sawah Gede 1, Galang Aji Surya, menegaskan pihaknya telah menghapus SD Negeri Ibu Dewi 1 dari sistem setelah sekolah meminta penghentian kerja sama.
“Kami sudah melaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Untuk kendala tampilan di situs pusat, kami harap ke depannya ada perbaikan sistem agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujar Galang.
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Korwil terkait masih munculnya daftar menu tersebut di situs BGN.
Pertemuan kedua pihak berlangsung kondusif dan menghasilkan kesepahaman bahwa persoalan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka kepada orang tua murid.
Kedua pihak juga berkomitmen meluruskan informasi agar persoalan tampilan data pada sistem tidak berkembang menjadi dugaan yang keliru di tengah masyarakat. (Wiz)
